“Mas, bikin website berapa ya?”
Pertanyaan ini masuk ke inbox saya hampir tiap minggu. Dan saya paham kenapa banyak orang bingung, karena jawaban yang beredar di internet itu nggak jelas. Coba Google “biaya bikin website” dan kamu akan dapat angka “Rp 500 ribu sampai Rp 100 juta.” Makasih, sangat membantu. Itu kayak nanya harga mobil terus dijawab “antara Avanza bekas sampai Porsche.”
Jadi saya mau coba sesuatu yang jarang dilakukan developer: kasih angka nyata. Harga saya, apa yang termasuk, dan apa yang bikin harga naik atau turun. Transparan, tanpa jargon.
Jawaban Singkatnya
Ini harga yang saya kenakan untuk berbagai jenis website di 2026:
| Jenis Website | Harga Mulai | Estimasi Waktu |
|---|---|---|
| Landing Page | Rp 5 juta | 2-3 minggu |
| Portfolio Website | Rp 8 juta | 3-5 minggu |
| Company Profile | Rp 12 juta | 5-7 minggu |
| E-Commerce | Rp 20 juta | 6-12 minggu |
| Web Application | Rp 25 juta | 8-16 minggu |
Itu harga mulai. Kebanyakan proyek jatuhnya di atas angka tersebut tergantung kebutuhan spesifik. Nanti saya jelaskan apa yang bikin harga naik (atau tetap rendah).
Detail lengkap apa yang termasuk di setiap paket bisa kamu lihat di halaman layanan.
Penjelasan Tiap Jenis Website
Bingung proyek kamu masuk kategori yang mana? Ini penjelasan simpelnya.
Landing Page (Mulai Rp 5 Juta)
Website satu halaman yang dirancang untuk satu tujuan: mengubah pengunjung jadi calon klien. Anggap ini sebagai “kartu nama digital” yang powerful. Biasanya dipakai untuk launching produk, promosi event, atau bisnis jasa yang butuh kehadiran online.
Yang kamu dapat: satu halaman (dengan beberapa section), desain responsive untuk mobile, form kontak, dan setup SEO dasar. Simpel, fokus, dan efektif.
Cocok banget untuk UMKM, konsultan, atau siapa pun yang menjalankan kampanye spesifik. Nggak perlu sepuluh halaman. Cukup satu halaman yang benar-benar bagus.
Portfolio Website (Mulai Rp 8 Juta)
Beberapa halaman untuk menampilkan portofolio kerja kamu. Saya bikin ini untuk fotografer, desainer, penulis, dan profesional kreatif. Fokusnya di presentasi visual yang bikin karya kamu tampil semaksimal mungkin di layar.
Biasanya 4-7 halaman: beranda, tentang, galeri/portfolio, dan kontak. Beberapa klien menambah blog untuk keperluan SEO.
Company Profile (Mulai Rp 12 Juta)
Ini website bisnis yang lengkap. Banyak halaman, arsitektur informasi yang proper, mungkin blog, halaman tim, deskripsi layanan, dan sistem kontak. Ini yang dibutuhkan kebanyakan bisnis yang sudah established.
Lompatan dari Rp 8 juta ke Rp 12 juta itu mencerminkan kompleksitas nyata. Company profile biasanya butuh strategi konten, layout custom untuk berbagai tipe halaman, dan CMS (Content Management System) supaya kamu bisa update sendiri.
E-Commerce (Mulai Rp 20 Juta)
Begitu kamu jualan produk online, kompleksitasnya naik drastis. Katalog produk, keranjang belanja, pemrosesan pembayaran, manajemen stok, kalkulasi ongkir, email konfirmasi pesanan. Setiap fitur harus berjalan sempurna karena ada uang sungguhan yang mengalir melalui sistem.
Saya membangun toko online dari nol, custom-coded sesuai kebutuhan bisnis kamu. Tanpa batasan template, tanpa biaya platform bulanan, tanpa ketergantungan pada ekosistem pihak ketiga. Harga Rp 20 juta mengasumsikan toko yang relatif standar. Kalau kamu butuh konfigurasi produk custom atau aturan harga yang kompleks, biayanya bisa lebih tinggi.
“Tapi Mas, kan bisa pakai Tokopedia atau Shopee gratis?”
Bisa. Tapi marketplace dan website sendiri itu fungsinya beda. Di marketplace, kamu bersaing langsung dengan ratusan penjual lain. Di website sendiri, kamu kontrol segalanya: branding, pengalaman pelanggan, data customer, dan margin keuntungan (tanpa potongan marketplace). Idealnya, punya dua-duanya.
Web Application (Mulai Rp 25 Juta)
Web app itu software custom. Dashboard, sistem booking, portal pelanggan, tools internal perusahaan. Proyek ini melibatkan autentikasi user, desain database, integrasi API, dan biasanya logic backend yang serius.
Timeline-nya lebih panjang dan harganya mencerminkan itu. Web app butuh lebih banyak perencanaan, testing, dan iterasi. Web app seharga Rp 25 juta itu relatif simpel. Yang kompleks bisa tembus Rp 75-100 juta+.
Apa yang Mempengaruhi Harga
“Tergantung” memang jawaban yang benar, tapi cuma berguna kalau ada penjelasan tergantung apa. Jadi ini dia.
1. Desain Custom vs. Berbasis Template
Faktor biaya terbesar. Desain yang sepenuhnya custom, di mana setiap elemen dirancang khusus untuk brand kamu, butuh waktu 2-3x lebih lama dibanding mulai dari template yang bagus lalu di-custom.
Untuk kebanyakan bisnis kecil, saya merekomendasikan pendekatan hybrid: mulai dari struktur layout yang proven, lalu customisasi visual, tipografi, dan konten sesuai brand. Kamu dapat hasil profesional tanpa bayar 40+ jam kerja desain murni.
Kalau kamu brand premium yang setiap piksel harus sempurna, desain custom worth it. Untuk tukang AC atau bengkel? Template yang rapi dan ter-custom dengan baik adalah investasi yang lebih pintar.
2. Jumlah Halaman dan Tipe Konten
Website 5 halaman biayanya kurang dari website 20 halaman. Matematika dasar. Tapi bukan cuma soal jumlah halaman. Setiap tipe halaman juga penting.
Kalau semua halaman pakai layout yang sama dengan konten berbeda, itu gampang. Tapi kalau situs kamu butuh blog, direktori tim, galeri proyek, halaman FAQ, dan tabel harga, masing-masing itu layout berbeda yang perlu didesain dan dibangun.
3. Content Management System (CMS)
Kamu perlu update website sendiri? Menambah CMS (seperti backend WordPress, Sanity, atau Contentful) menambah biaya, tapi investasinya balik dengan cepat kalau kamu rutin update konten.
Untuk website simpel yang jarang berubah, saya bikin dengan file statis. Tanpa overhead CMS, loading lebih cepat, hosting lebih murah. Untuk blog dan konten yang sering di-update, headless CMS adalah pilihan terbaik.
4. Integrasi Layanan Luar
Setiap layanan eksternal yang perlu terhubung ke website kamu menambah waktu. Payment gateway (Midtrans, Xendit, Stripe), email marketing (Mailchimp), sistem CRM, kalender booking, analytics, chatbot. Setiap integrasi punya API-nya sendiri, keunikannya sendiri, dan kebutuhan testing-nya sendiri.
Saya selalu minta klien untuk list integrasi “wajib ada” di awal. Ini salah satu variabel terbesar dalam scoping proyek.
5. Dukungan Multibahasa
Website bilingual atau multilingual praktis menggandakan pekerjaan yang berkaitan dengan konten. Bukan cuma soal terjemahan. Arsitektur situs, struktur URL, SEO, dan kadang layout-nya juga perlu menyesuaikan bahasa yang berbeda.
Saya rutin bikin website bilingual (Indonesia dan Inggris adalah pasangan paling umum). Ini menambah sekitar 40-60% dari harga dasar, bukan 100% penuh, karena desain dan kode-nya shared.
6. Animasi dan Interaktivitas
Animasi halus bikin website terasa polished. Pengalaman interaktif yang kompleks bikin website mahal. Ada spektrumnya, dan kebanyakan bisnis lebih baik dilayani dengan transisi bersih dan microinteraction daripada animasi storytelling penuh.
Saya selalu jujur soal ini: kalau animasi fancy nggak punya tujuan yang jelas, saya akan push back. Budget kamu lebih baik dipakai di tempat lain.
Biaya yang Sering Dilupakan Orang
Website itu sendiri cuma sebagian dari total investasi. Ini biaya ongoing yang sering bikin kaget.
Nama Domain: Rp 150-750 ribu/tahun
Alamat .com kamu. Harus diperpanjang setiap tahun. Domain .com standar sekitar Rp 150-200 ribu/tahun. Domain premium atau khusus negara bisa lebih mahal. Saya selalu merekomendasikan beli domain lewat Cloudflare Registrar (mereka jual harga modal, tanpa markup) atau Niagahoster untuk domain .co.id.
Hosting: Rp 0-400 ribu/bulan
Tempat website kamu “tinggal.” Untuk kebanyakan website statis yang saya bikin, hosting-nya literal gratis di Cloudflare Pages. Bandwidth unlimited, CDN global, HTTPS otomatis. Gratis. Untuk website yang butuh server (WordPress, web app), expect Rp 50-400 ribu/bulan tergantung traffic dan kebutuhan resource.
Saya tulis tentang kenapa saya pakai Astro untuk kebanyakan proyek dan salah satu alasan besarnya adalah penghematan biaya hosting.
Sertifikat SSL: Gratis
Kalau ada yang coba charge kamu untuk SSL di 2026, kabur. Let’s Encrypt dan Cloudflare dua-duanya sediain SSL gratis. Sudah begini bertahun-tahun.
Email Profesional: Rp 90-180 ribu/bulan per user
Kamu mau halo@bisniskamu.com, bukan bisniskamu2024@gmail.com. Google Workspace mulai sekitar Rp 90 ribu/bulan per user. Zoho Mail punya tier gratis untuk 5 user yang cukup bagus untuk bisnis kecil.
Pembuatan Konten: Rp 0-30 Juta+
Biaya yang paling sering di-underestimate. Website kamu butuh kata-kata dan gambar. Copywriting yang bagus, fotografi profesional, mungkin beberapa ilustrasi atau ikon. Saya bisa desain website paling indah di dunia, tapi kalau kontennya “Lorem ipsum” atau foto HP blur, nggak akan convert.
Beberapa klien nulis konten sendiri (nggak masalah, saya bisa guide strukturnya). Yang lain hire copywriter. Fotografi produk profesional biasanya Rp 1-5 juta per sesi untuk bisnis kecil.
Maintenance: Rp 750 ribu-3 juta/bulan (opsional)
Website bukan “pasang lalu lupa.” Sesuatu bisa rusak. Dependencies perlu di-update. Security patch keluar. Konten perlu di-refresh.
Saya menawarkan paket maintenance untuk klien yang mau support ongoing. Tapi banyak juga klien yang handle update dasar sendiri setelah saya ajari caranya. Tergantung tingkat kenyamanan kamu dengan teknologi dan seberapa penting website buat bisnis kamu.
Total Budget yang Realistis
Saya gabungkan semuanya untuk proyek tipikal. Misalnya kamu butuh website company profile.
| Item | Biaya Sekali | Biaya Bulanan |
|---|---|---|
| Website (Company Profile) | Rp 12-20 juta | - |
| Domain | Rp 200 ribu/tahun | - |
| Hosting (Cloudflare Pages) | Rp 0 | Rp 0 |
| SSL | Rp 0 | Rp 0 |
| Email Bisnis (Google Workspace) | - | Rp 90-180 ribu |
| Konten/Copywriting | Rp 2-10 juta | - |
| Total Tahun 1 | Rp 14-30 juta | Rp 90-180 ribu/bulan |
| Total Tahun 2+ | Rp 200 ribu (perpanjangan domain) | Rp 90-180 ribu/bulan |
Itu gambaran jujurnya. Tahun pertama ada investasi besar. Setelah itu, biaya ongoing-nya minimal kalau website-nya dibangun dengan benar.
Freelancer vs. Agency vs. Bikin Sendiri
Ini topik yang panjang, dan saya sudah tulis perbandingan detailnya di sini: Freelancer vs Agency vs DIY: Mana yang Tepat untuk Bisnismu?
Versi singkatnya: builder DIY (Wix, Squarespace) paling murah tapi terbatas. Agency hasil kerjanya bisa bagus banget tapi harganya Rp 25-250 juta+ dan kamu jarang ngomong langsung sama developer-nya. Freelancer ada di tengah, dan kualitasnya bervariasi banget.
Saya posisikan KULQIZ di sweet spot yang spesifik: kualitas setara agency dengan akses langsung ke developer dan harga transparan. Tanpa project manager, tanpa account executive, tanpa lapisan antara kamu dan orang yang nulis kode-nya. Kamu bisa baca lebih lanjut tentang perbandingan freelancer vs agency vs bikin sendiri.
Tips Mendapat Nilai Maksimal dari Budget
Beberapa tips praktis dari pengalaman bikin website untuk berbagai macam bisnis.
Mulai dari yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Launch dulu dengan website 5 halaman yang bersih dan cepat. Tambah fitur setelah kamu punya traffic dan feedback nyata. Saya sudah lihat terlalu banyak bisnis habiskan berminggu-minggu dan berjuta-juta untuk fitur yang nggak ada yang pakai.
Investasi di konten, bukan fitur. Website simpel dengan copywriting bagus, value proposition yang jelas, dan call to action yang kuat akan mengungguli website penuh fitur dengan konten biasa-biasa saja. Setiap saat.
Biaya ongoing sering bikin kaget. Jangan bikin website di platform yang biayanya Rp 5 juta/bulan kalau bisnis kamu baru menghasilkan Rp 20 juta/bulan. Sesuaikan tech stack dengan tahap bisnis kamu.
Tanya developer kamu pertanyaan yang sulit. Apa yang termasuk? Apa yang tidak? Apa yang perlu saya bayar setelah launch? Gimana cara update konten sendiri? Pertanyaan-pertanyaan ini menyelamatkan kamu dari biaya kejutan di kemudian hari.
Siap Bicara Angka?
Saya nggak bikin proposal yang samar. Kalau kamu reach out, saya akan tanya tentang tujuan bisnis kamu, timeline, dan range budget. Lalu saya kasih scope yang jelas dan harga tetap. Tanpa kejutan billing per jam, tanpa scope creep (kecuali kamu mau nambah hal baru, yang nggak masalah, kita pricing-kan secara transparan).
Cek halaman layanan untuk detail paket, atau langsung hubungi saya. Saya biasanya respond dalam 24 jam, dan konsultasi awal selalu gratis.
Kalau kamu masih dalam fase riset, itu bagus. Bookmark halaman ini dan balik lagi kalau sudah siap. Diri kamu di masa depan akan berterima kasih karena sudah riset dulu sebelum memutuskan.